"Termasuk juga kami mendengar ada laporan, namun kami masih belum dapat memastikan kondisi terakhirnya. Ada beberapa yang dirawat di rumah sakit, dan di antaranya dua orang dari Angkatan Darat," jelasnya lebih lanjut.
Menanggapi musibah ini, TNI tentu tak tinggal diam. Menurut KSAD, koordinasi intensif sudah dilakukan dengan Kementerian Pertahanan dan berbagai pihak terkait. Tujuannya jelas: mencari kejelasan soal kronologi insiden memilukan tersebut.
"Mudah-mudahan tindak lanjut penyelesaian ini sudah direncanakan oleh TNI, Kementerian Pertahanan, dan negara, sehingga semakin jelas bagaimana peristiwa ini terjadi," pungkas Jenderal Simanjuntak.
Sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan ketiga prajurit itu gugur akibat ledakan ranjau. Insiden terjadi dalam rentang 29 hingga 30 Maret 2026, saat mereka menjalankan tugas sebagai Satgas UNIFIL di Lebanon.
Mereka yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Nama-nama yang kini dikenang sebagai pahlawan perdamaian.
Artikel Terkait
Armada Kemanusiaan Global Berlayar dari Marseille untuk Bantu Gaza
Harga Emas Antam di Pegadaian Stagnan pada Minggu, 5 April 2026
Delapan Rudal Iran Hantam Israel, Lima Orang Terluka dan Kerusakan Parah Dilaporkan
Mendagri Minta Pemda Berhemat untuk Cegah PHK PPPK Jelang Batas APBD 2027