Memang, kecurigaan awal mengarah ke sepiring spageti yang dibagikan itu. Tapi Pramono sangat berhati-hati. Ia enggan berandai-andai sebelum ada kepastian dari lab.
"Memang diduga dari makanan spagetinya, diduga. Tapi saya tidak mau berandai-andai, nanti biar laboratorium yang menyampaikan secara terbuka,"
tegasnya.
Di sisi lain, soal biaya perawatan, Pramono memberikan jaminan. Keluarga korban tak perlu pusing memikirkan tagihan rumah sakit.
"Kalau mereka terdaftar di BPJS Kesehatan, sepenuhnya akan di-cover. Yang tidak ter-cover, BGN menyatakan akan bertanggung jawab,"
penegasannya singkat namun jelas.
Jadi, meski insiden ini cukup menghebohkan, penanganan terlihat bergerak cepat. Fokus sekarang adalah pemulihan para siswa dan menunggu hasil penyelidikan resmi untuk mengetahui penyebab pastinya.
Artikel Terkait
Jembatan Gantung Akhiri Puluhan Tahun Isolasi Warga Boyolali
Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Ditutup 7 April Pukul 15.00 WIB
Dendam Tetangga Terungkap sebagai Dalang Penyiraman Air Keras di Bekasi
Kepala Layanan Medis Iran Konfirmasi 24 Petugas Kesehatan Gugur dalam Konflik