Akibatnya, genangan air pun sangat tinggi. Di Desa Trimulyo dan Desa Ploso, ketinggian air mencapai antara 1 hingga 1,5 meter. Parahnya, akses jalan di Desa Trimulyo sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan kecil. Coba bayangkan kesulitan evakuasi dan distribusi bantuan di kondisi seperti itu.
Di sisi lain, limpasan air juga merambah wilayah lain seperti Desa Turitempel dan Sumberejo di Kecamatan Guntur, serta Desa Solowire dan Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung. Meski begitu, kondisi di sana dikabarkan masih relatif lebih aman.
Bencana ini langsung menarik perhatian pimpinan tertinggi BNPB. Padahal, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat ini sedang berada di Manado untuk menangani gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo.
Namun begitu, pada Jumat malam (3/4), dia langsung mengeluarkan perintah. Stafnya diperintahkan untuk berkoordinasi intens dengan BPBD Jawa Tengah guna mengidentifikasi kebutuhan darurat di lapangan.
Tak cuma koordinasi, personel BNPB juga langsung dikerahkan ke lokasi bencana. Tugas mereka adalah mendampingi upaya percepatan penanganan darurat banjir yang melanda Kabupaten Demak ini. Upaya race against time pun benar-benar terasa.
Artikel Terkait
MK Tegaskan BPK Satu-Satunya Lembaga Berwenang Tetapkan Kerugian Negara
Gubernur Jatim Minta Pengawasan Ketat untuk Program Makan Bergizi Gratis
SeaBank Catat Laba Bersih Rp678,4 Miliar, Naik 79% Sepanjang 2025
Iran Eksekusi Dua Anggota MEK, Lanjutkan Gelombang Hukuman Mati