Demikian tegas Zolfaghari dalam pernyataannya yang dilansir Press TV pada Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, jika ancaman itu benar-benar diwujudkan, angkatan bersenjata Iran tak akan segan. Mereka berancang-ancang melancarkan serangan balasan dengan kekuatan luar biasa. Targetnya bukan cuma aset militer. Yang lebih mengkhawatirkan, mereka mengincar "sektor-sektor yang lebih penting dan luas dari ibu kota mereka".
Negara-negara sekutu AS dan Israel yang dianggap 'bermurah hati' menyediakan pangkalan militer juga masuk dalam daftar ancaman. Serangan, kata pernyataan itu, akan difokuskan pada pusat bahan bakar, energi, dan ekonomi. Dampaknya dijanjikan akan jauh lebih parah dan menghancurkan dibanding serangan-serangan sebelumnya.
Jadi, pesannya jelas. Ultimatum itu mengambang di udara: usir pasukan AS, atau hadapi konsekuensinya. Ketegangan di kawasan itu jelas belum akan mereda dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
MK Tegaskan BPK Satu-Satunya Lembaga Berwenang Tetapkan Kerugian Negara
Gubernur Jatim Minta Pengawasan Ketat untuk Program Makan Bergizi Gratis
SeaBank Catat Laba Bersih Rp678,4 Miliar, Naik 79% Sepanjang 2025
Iran Eksekusi Dua Anggota MEK, Lanjutkan Gelombang Hukuman Mati