TNI Kerahkan Helikopter dan Hercules untuk Pulihkan Listrik Aceh

- Minggu, 30 November 2025 | 22:15 WIB
TNI Kerahkan Helikopter dan Hercules untuk Pulihkan Listrik Aceh
Pemulihan Aceh

Pemulihan Listrik Aceh Dipercepat, TNI-Polri Kerahkan Alutsista

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh meninggalkan pekerjaan rumah yang besar. Namun begitu, upaya pemulihan, khususnya untuk kelistrikan, kini digenjot dengan cepat lewat kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, Pemprov Aceh, TNI, Polri, dan PLN bahu-membahu memastikan layanan listrik untuk masyarakat yang terdampak bisa segera normal kembali.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan, distribusi bantuan logistik akan dikerahkan secara maksimal. Hal ini mengingat masih banyaknya wilayah yang terisolasi dan sangat membutuhkan pertolongan segera.

"Prioritas utama pemerintah saat ini adalah pendorongan logistik bagi masyarakat, mulai dari bahan makanan, kebutuhan pribadi seperti pakaian, hingga obat-obatan. Seluruh bantuan akan didistribusikan menggunakan alutsista TNI ke titik-titik terdampak,"

ujar Sjafrie dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/11/2025).

Tak cuma logistik, Sjafrie juga bilang percepatan pemulihan listrik adalah hal yang sangat mendesak. Dia mengapresiasi langkah cepat PLN di lapangan, tapi sekaligus mendorong agar prosesnya terus dioptimalkan.

"Langkah pertama adalah memperkuat mobilitas udara. Semua logistik kita konsentrasikan," tegasnya.

"Listrik harus segera hidup dalam waktu singkat. Kita akan tambah kekuatan helikopter. Evakuasi darat dan udara harus dipercepat," sambung Sjafrie.

Dukungan serupa datang dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dirinya mengirim tim khusus ke lokasi bencana untuk membantu mengakselerasi penanganan. Menurutnya, stabilisasi layanan publik, termasuk listrik, adalah kunci.

"Kebutuhan listrik ini sangat krusial. Kami bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan PLN terus mempercepat pemulihan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera menikmati layanan listrik,"

kata Tito.

Di sisi lain, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan sumber daya dan personel terbaik dari seluruh Indonesia. Tujuannya satu: memulihkan jaringan listrik di wilayah yang porak-poranda.

"Kami mendapat arahan dari Bapak Presiden bahwa seluruh kekuatan PLN harus dikerahkan untuk membantu pemulihan bencana, baik banjir bandang maupun tanah longsor yang terjadi di Aceh. Untuk itu, sesuai arahan Bapak Presiden, kami semua berkolaborasi,"

jelas Darmawan.

Kolaborasi itu nyatanya terlihat di lapangan. PLN bekerja sama dengan Pemprov Aceh, Kodam Iskandar Muda, Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Polda Aceh, dan BPBD setempat. Langkah penting yang diambil adalah mengirim unit-unit tower darurat dari Jakarta ke Banda Aceh menggunakan pesawat Hercules TNI AU. Beberapa unit lainnya diangkut lewat jalur darat dan laut, dengan dukungan penuh dari TNI AD dan Polri.

Darmawan juga berterima kasih pada Polri yang membantu kelancaran komunikasi di tengah jaringan yang putus total. Dari sisi logistik, TNI AD memfasilitasi pengiriman material memakai truk dan membuka akses ke daerah-daerah yang hampir mustahil dilalui. Bahkan, helikopter pun dikerahkan untuk mengangkut material tower ke titik-titik yang tak terjangkau lewat darat.

"Kami harus menggunakan helikopter untuk membawa material ke lokasi. Ada helipad yang perlu dibuka, dan di sana pasukan dari TNI dan Kepolisian ikut membantu,"

kata Darmawan.

"Kekompakan ini menjadi kekuatan besar dalam percepatan pemulihan," sambungnya.

Tidak berhenti di situ, dukungan kemanusiaan pun digalang. Posko dan dapur umum didirikan bersama sebagai wujud solidaritas antarinstansi di tengah musibah.

"Seluruh komponen kekuatan Indonesia bergerak bersama. Dengan semangat perjuangan dari tim PLN, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta masyarakat, kami merasakan kekompakan luar biasa," ungkap Darmawan.

"Semoga Allah SWT memudahkan segala ikhtiar ini, sehingga Aceh dapat segera pulih," pungkasnya penuh harap.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar