Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengambil peran dalam Jakarta Fiscal Forum (JFF) 2026, sebuah forum yang digagas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi DKI Jakarta. Acara ini dirancang sebagai ruang dialog dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk memperkuat kebijakan fiskal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
Mengusung tema “Fiskal Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan Jakarta sebagai Kota Global”, JFF 2026 mempertemukan unsur pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akademisi, praktisi, dunia usaha, serta lembaga terkait. Diskusi yang diangkat mencakup isu-isu strategis pembangunan, termasuk pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan dan penciptaan nilai tambah ekonomi.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Jusuf Anwar, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, dan menghadirkan Prof. Firdaus Ali, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, sebagai pembicara kunci. Turut hadir Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi DKI Jakarta, M. Syaibani, serta perwakilan kementerian, lembaga, akademisi, dan pelaku usaha.
Partisipasi BPDP dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan, BPDP memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan melalui berbagai program mulai dari pengembangan biodiesel, peremajaan sawit rakyat, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, promosi, hingga penyediaan sarana dan prasarana perkebunan.
Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP menyampaikan bahwa JFF 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan kontribusi sektor perkebunan kepada berbagai pemangku kepentingan.
"Melalui partisipasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor perkebunan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan nilai tambah, pengembangan SDM, hingga dukungan terhadap ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong manfaat yang semakin besar bagi masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, BPDP juga memperkenalkan berbagai program strategis yang telah dijalankan. Program-program tersebut mencakup peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan.
Ke depan, BPDP berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Langkah ini diambil guna memastikan program-program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
KPK Kembangkan Kasus Pemerasan di Imigrasi Bali, Dua Kantor Imigrasi Diduga Jadi Lokasi Pungli
Puluhan Ribu Orang Hilang Usai Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, PBB Peringatkan Lonjakan Korban Jiwa
Kemenperkuat Produk Halal di Desa Wisata demi Target Destinasi Ramah Muslim Terbaik Dunia
Pemprov DKI Siapkan Rp100 Miliar untuk Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri ala LPDP