BPDP: Sawit Jadi Tumpuan Hidup Lebih dari 16 Juta Rakyat Indonesia

- Senin, 20 Juli 2026 | 14:40 WIB
BPDP: Sawit Jadi Tumpuan Hidup Lebih dari 16 Juta Rakyat Indonesia

Industri kelapa sawit bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan instrumen pembangunan nasional yang menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 16 juta jiwa. Demikian disampaikan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Eddy Abdurrachman dalam acara Pekan Riset Sawit Indonesia 2026, Senin (20/7/2026).

"Sawit berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan energi, mendukung pembangunan industri hilir, menjadi sumber penerimaan devisa, serta menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 16 juta rakyat Indonesia yang terlibat di sepanjang rantai nilai industri sawit," ujar Eddy.

Ketergantungan masyarakat terhadap sektor ini terlihat dari struktur kepemilikan lahan. Sekitar 41 persen luas perkebunan sawit di Indonesia dikelola langsung oleh petani atau pekebun rakyat. Masa depan industri ini, menurut Eddy, sangat bergantung pada kesejahteraan mereka.

Meski Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia, Eddy mengingatkan agar industri tidak berpuas diri. Transformasi berbasis inovasi dan teknologi menjadi kunci menghadapi tuntutan global seperti perubahan iklim dan ekonomi sirkular.

"Kami meyakini bahwa sektor kelapa sawit memiliki posisi yang sangat strategis di dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional. Riset bukan sekadar biaya, melainkan investasi strategis bangsa," kata dia.

BPDP mendorong peningkatan produktivitas melalui penerapan precision agriculture, mekanisasi, dan penggunaan benih unggul. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan tanpa perlu ekspansi lahan yang berisiko mengganggu ekosistem.

Eddy menambahkan, tantangan ke depan tidak lagi diukur dari luas lahan, melainkan dari kemampuan menghasilkan nilai tambah. "Keberhasilan akan ditentukan oleh kemampuan kita untuk meningkatkan produktivitas, dan di sinilah tantangan terbesar kita," tutupnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags