Volkswagen bersiap melakukan langkah restrukturisasi besar-besaran yang mencakup pemangkasan hingga 100 ribu tenaga kerja dan pemisahan merek inti melalui skema spin off dalam beberapa tahun mendatang. Rencana ini pertama kali diungkap oleh majalah bisnis Jerman, Manager Magazin, pada Jumat lalu dengan mengutip sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut.
CEO Volkswagen Oliver Blume bersama CFO Arno Antlitz disebut menargetkan restrukturisasi total perusahaan. Sebagai bagian dari strategi itu, merek inti VW dan operasi manufaktur suku cadangnya akan dipisahkan menjadi entitas tersendiri di luar struktur grup saat ini. Langkah ini diyakini sebagai upaya untuk membuat organisasi lebih ramping dan efisien.
Pemangkasan 100 ribu pekerjaan akan dilakukan di seluruh dunia. Selain itu, perusahaan juga berencana mengurangi investasi sekitar 15 persen menjadi lebih dari 130 miliar euro selama beberapa tahun ke depan. Angka ini menunjukkan skala penghematan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pabrikan otomotif asal Jerman tersebut.
Dalam jangka menengah, Volkswagen berencana menutup sejumlah fasilitas produksi di Jerman. Pabrik di Hanover, Zwickau, dan Emden akan menjadi lokasi yang terdampak, begitu pula pabrik milik merek Audi di Neckarsulm. Produksi di lokasi-lokasi tersebut akan dihentikan setelah model-model yang saat ini dibuat di sana tidak lagi diproduksi.
Kabar ini sempat mendorong kenaikan harga saham produsen mobil itu sebesar 0,6 persen di bursa Jerman pada pukul 07:41 GMT. Pasar tampak merespons positif sinyal efisiensi yang diusung oleh manajemen baru Volkswagen.
Artikel Terkait
Mantan Direktur AC Milan: Cristiano Ronaldo Nyaris Gabung ke Milan Sebelum Pindah ke Juventus pada 2018
Transjakarta Hentikan Operasional Rute 1N dan 10D per 1 Juli 2026, Efisiensi Armada Jadi Alasan
Vietnam Asah Senjata Baru Jelang Piala AFF 2026, Bola Mati Jadi Ancaman bagi Indonesia
Pemprov DKI Siapkan Rp100 Miliar untuk Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri ala LPDP