Timnas Indonesia patut meningkatkan kewaspadaan menjelang Piala AFF 2026. Pasalnya, rival berat di Grup A, Timnas Vietnam, sedang mengasah senjata baru yang dinilai semakin mematikan.
Vietnam tergabung dalam Grup A bersama Indonesia, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Mereka disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat perebut gelar juara turnamen sepak bola Asia Tenggara tahun ini. Media Vietnam, The Thao 247, dalam laporannya menyoroti perkembangan permainan skuad asuhan pelatih Kim Sang-sik, khususnya dalam memanfaatkan situasi bola mati.
"Di bawah asuhan pelatih Kim Sang-sik, situasi bola mati telah menjadi salah satu opsi serangan paling berbahaya bagi Timnas Vietnam," tulis The Thao 247, Sabtu (27/6/2026).
Media tersebut menambahkan, tambahan pemain dalam pemusatan latihan terbaru membuat kekuatan tim dalam memanfaatkan tendangan bebas dan bola-bola udara semakin tangguh. Kondisi itu diyakini bisa menjadi faktor pembeda saat menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Vietnam memiliki sejumlah eksekutor bola mati yang mumpuni. Nama-nama seperti Nguyen Quang Hai, Hoang Duc, Khuat Van Khang, hingga Hoang Hen dinilai mampu memberikan ancaman langsung ke pertahanan lawan. Tidak hanya itu, variasi serangan dari sisi lapangan juga menjadi perhatian. Kembalinya Phan Tuan Tai dan Nguyen Dinh Bac disebut dapat menambah kualitas umpan silang serta situasi bola mati.
"Keragaman pemain ini juga membuat tim Vietnam semakin sulit diprediksi. Bergantung pada posisi dan jarak ke gawang lawan, staf pelatih dapat memilih pemain dengan keterampilan paling sesuai untuk melancarkan serangan," tulis The Thao 247.
Media itu menilai keunggulan ini menjadi modal penting, mengingat pertandingan Piala AFF kerap berjalan ketat. Tim yang mampu memaksimalkan peluang kecil dinilai memiliki keuntungan lebih besar.
"Hal ini menjadi keunggulan besar mengingat lawan-lawan di Piala AFF sering menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari strategi serangan tendangan bebas tim-tim papan atas di kawasan ini," lanjut laporan tersebut.
Selain bola mati, Vietnam juga memiliki kekuatan di duel udara. Media lokal menyoroti sejumlah pemain dengan postur tinggi dan kemampuan heading yang mumpuni. "Selain memiliki banyak spesialis tendangan bebas, Vietnam juga punya barisan pemain tangguh dalam duel udara seperti Xuan Son, Nguyen Tai Loc, Gia Hung, Thanh Chung, Viet Anh, Van Hau, dan Duy Manh," sebutnya.
Bek muda Quang Kiet menjadi salah satu nama yang mencuri perhatian karena memiliki postur mencapai 1,95 meter. Kehadirannya membuat Vietnam semakin berbahaya ketika memanfaatkan bola atas. Selain Quang Kiet, Nguyen Tai Loc juga dinilai bisa memberikan kejutan bagi lawan. Minimnya informasi mengenai kedua pemain itu menjadi keuntungan tersendiri bagi Vietnam.
"Dengan memadukan para pengumpan berkualitas dengan pemain yang unggul dalam duel udara, tim nasional Vietnam tentu saja dapat mengubah situasi bola mati menjadi senjata yang ampuh," katanya.
Dengan kekuatan tersebut, Timnas Indonesia perlu menyiapkan strategi khusus saat menghadapi Vietnam di Piala AFF 2026. Duel kedua negara diprediksi kembali berlangsung sengit dan penuh persaingan.
Artikel Terkait
Mantan Direktur AC Milan: Cristiano Ronaldo Nyaris Gabung ke Milan Sebelum Pindah ke Juventus pada 2018
Transjakarta Hentikan Operasional Rute 1N dan 10D per 1 Juli 2026, Efisiensi Armada Jadi Alasan
Pemprov DKI Siapkan Rp100 Miliar untuk Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri ala LPDP
Kapolri Mutasi 1.121 Personel, 14 Kapolres di Sulsel Berganti