PSSI Minta Publik Tak Hujat Pemain dan Pelatih Usai Timnas Tersingkir dari Piala AFF 2026

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:00 WIB
PSSI Minta Publik Tak Hujat Pemain dan Pelatih Usai Timnas Tersingkir dari Piala AFF 2026

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengeluarkan pernyataan resmi menyusul kegagalan Timnas Indonesia melaju ke babak selanjutnya di Piala AFF 2026. Federasi meminta seluruh masyarakat sepak bola untuk tidak melontarkan hujatan kepada pemain dan pelatih, meski skuad Garuda harus tersingkir setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).

Hasil imbang pada laga pamungkas Grup A itu membuat Indonesia menempati peringkat ketiga klasemen akhir dengan raihan tujuh poin. Ini menjadi kegagalan keenam Indonesia melewati fase grup sepanjang sejarah turnamen, sekaligus yang kedua secara beruntun sejak edisi 2024.

Sorotan tajam pun mengarah ke tim asuhan John Herdman, terlebih komposisi pemain kali ini diperkuat sejumlah nama naturalisasi seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Ragnar Oratmangoen. Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyampaikan permohonan maaf atas nama federasi.

"Terkait hasil di Piala AFF ini, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna," ujar Yunus Nusi.

Yunus menegaskan bahwa pesan dari Ketua Umum PSSI meminta agar segala bentuk kritik ditujukan langsung kepada federasi sebagai pembuat kebijakan, bukan kepada jajaran pemain atau tim pelatih.

"Timnas yang telah berjuang harus tetap kita apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima," kata Yunus Nusi.

Ia juga menekankan bahwa para pilar yang berlaga di lapangan merupakan aset penting untuk masa depan sepak bola nasional. "Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kita di masa depan," ujarnya.

Meski menerima kegagalan tersebut, PSSI memastikan perjuangan para pemain sepanjang turnamen tetap mendapat apresiasi dari pihak federasi. "Masih ada harapan besar bagi anak-anak ini untuk membawa prestasi sepak bola kita menjadi lebih bagus," kata Yunus Nusi.

Di samping permohonan maaf, PSSI mengonfirmasi bahwa agenda evaluasi menyeluruh akan tetap dijalankan bersama Badan Tim Nasional, Komite Eksekutif, dan jajaran pelatih. "Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan Timnas," jelas Yunus Nusi.

Yunus menegaskan keterlibatannya secara langsung dalam proses peninjauan kinerja tim nasional pascaturnamen tersebut. "Saya pun turut hadir di tengah-tengah diskusi dan evaluasi tersebut," katanya.

Proses evaluasi ini diharapkan menjadi ajang pembenahan internal PSSI tanpa mengorbankan mentalitas para pemain. "Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima. Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kita di masa depan," pungkas Yunus Nusi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags