"Islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan sekaligus kasih sayang. Dalam banyak ajaran, menutup aib dan memberi ruang taubat lebih diutamakan daripada membuka aib dan mempermalukan. Jika perbuatan tersebut tidak secara jelas memenuhi unsur pidana, maka pendekatan yang lebih utama adalah pembinaan dan peningkatan kualitas keimanan agar tidak terulang," jelasnya.
Menurutnya, pendekatan lewat edukasi dan penyadaran seringkali jauh lebih efektif. "Terlebih jika pelaku masih berusia muda, yang masih memiliki ruang untuk memperbaiki diri. Memberi mereka kesempatan untuk menyadari kesalahan, meminta maaf, dan berubah adalah bentuk keadilan yang lebih manusiawi," imbuh Gus Fahrur.
Kembali ke kasusnya, video berdurasi sekitar satu menit itu pertama muncul di akun Instagram @reset.feeds. Dari klarifikasi kepolisian, diketahui ada tiga remaja yang terlibat: DS (18) dan LA (21) yang kedapatan berpelukan, serta AA (21) yang tidur di samping mereka.
Kapolsek Ayah, AKP Diyono, mengonfirmasi lokasi kejadian. "Iya betul, itu di musala Pantai Logending. Kejadiannya kemarin," katanya.
Setelah digerebek warga, ketiganya dibawa ke Polairud setempat lalu ke Polsek Ayah untuk dimintai keterangan. Orang tua mereka pun dipanggil. Alhasil, masalah ini berakhir dengan penyelesaian secara kekeluargaan oleh pihak berwenang.
Artikel Terkait
Andre Rosiade Gelar Turnamen Padel Gratis untuk Dorong Olahraga Keluarga
Gubernur DKI Kunjungi Siswa Korban Keracunan Makanan di RSKD Duren Sawit
Gempa 5,8 SR Guncang Bitung, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
WHO Peringatkan Sistem Kesehatan Lima Negara Timur Tengah di Ambang Kolaps