Gus Fahrur PBNU Imbau Pembinaan, Bukan Hukum, untuk Remaja yang Tidur di Musala

- Sabtu, 04 April 2026 | 08:30 WIB
Gus Fahrur PBNU Imbau Pembinaan, Bukan Hukum, untuk Remaja yang Tidur di Musala

"Islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan sekaligus kasih sayang. Dalam banyak ajaran, menutup aib dan memberi ruang taubat lebih diutamakan daripada membuka aib dan mempermalukan. Jika perbuatan tersebut tidak secara jelas memenuhi unsur pidana, maka pendekatan yang lebih utama adalah pembinaan dan peningkatan kualitas keimanan agar tidak terulang," jelasnya.

Menurutnya, pendekatan lewat edukasi dan penyadaran seringkali jauh lebih efektif. "Terlebih jika pelaku masih berusia muda, yang masih memiliki ruang untuk memperbaiki diri. Memberi mereka kesempatan untuk menyadari kesalahan, meminta maaf, dan berubah adalah bentuk keadilan yang lebih manusiawi," imbuh Gus Fahrur.

Kembali ke kasusnya, video berdurasi sekitar satu menit itu pertama muncul di akun Instagram @reset.feeds. Dari klarifikasi kepolisian, diketahui ada tiga remaja yang terlibat: DS (18) dan LA (21) yang kedapatan berpelukan, serta AA (21) yang tidur di samping mereka.

Kapolsek Ayah, AKP Diyono, mengonfirmasi lokasi kejadian. "Iya betul, itu di musala Pantai Logending. Kejadiannya kemarin," katanya.

Setelah digerebek warga, ketiganya dibawa ke Polairud setempat lalu ke Polsek Ayah untuk dimintai keterangan. Orang tua mereka pun dipanggil. Alhasil, masalah ini berakhir dengan penyelesaian secara kekeluargaan oleh pihak berwenang.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar