Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Stephen M Napiun, mengonfirmasi bahwa situasi perlahan mulai bisa dikendalikan.
Tak main-main, sebanyak 259 personel gabungan disiagakan. Mereka bertugas memisahkan kelompok yang bertikai dan berpatroli ketat. Tujuannya jelas: mencegah bentrokan susulan yang bisa terjadi kapan saja.
Di sisi lain, imbauan juga datang dari Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe. Ia meminta semua pihak menahan diri.
Untuk saat ini, laporan menyebutkan kondisi di kedua desa sudah lebih kondusif. Meski begitu, kewaspadaan tetap dijaga tinggi. Aparat keamanan dan pemerintah daerah masih terus bersiaga, sambil berupaya melakukan mediasi antar warga. Mereka berharap perdamaian benar-benar bisa pulih, dan duka ini tak berulang lagi.
Artikel Terkait
Politisi Desak Penegakan Hukum atas Intimidasi Petugas Kebersihan di Cengkareng
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan, Waspadai Panas Dalam hingga Heatstroke
Libur Panjang Paskah, Kawasan Monas Ramai Dikunjungi Keluarga
Pengacara Bantah Kliennya Ada di TKP Kasus Kekerasan Seksual di Tanah Abang