Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel

- Sabtu, 04 April 2026 | 02:45 WIB
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel

Di sisi lain, para dokter di lapangan merasakan dampaknya langsung. Seorang dokter di Beirut yang enggan disebutkan namanya demi keamanan punya pandangan tajam. Ia menduga serangan ke fasilitas kesehatan adalah bagian dari skema yang disengaja.

Ia melanjutkan, dampak berantainya jelas. Pengungsian massal terjadi, dan itu justru membebani fasilitas kesehatan di daerah tujuan pengungsian. Bayangkan, ada tambahan sekitar satu juta orang yang tiba-tiba membutuhkan layanan medis, sementara sumber dayanya sendiri sudah menipis.

Memang, militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran dan invasi darat ke Lebanon Selatan mulai 2 Maret lalu. Mereka beralasan operasi ini adalah balasan atas serangan Hizbullah. Namun begitu, yang menjadi korban justru infrastruktur vital dan warga sipil, termasuk para pekerja garis depan yang berusaha menyelamatkan nyawa.

Jadi, situasinya rumit. Di satu sisi ada perang, di sisi lain ada krisis kemanusiaan yang kian menjadi. Layanan kesehatan yang kolaps bukan hanya angka, tapi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup ratusan ribu orang yang masih bertahan di sana.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar