Riset: Operasi Ketupat 2026 Berjalan Baik, Angka Kecelakaan Turun 30 Persen

- Jumat, 03 April 2026 | 23:40 WIB
Riset: Operasi Ketupat 2026 Berjalan Baik, Angka Kecelakaan Turun 30 Persen

Operasi Ketupat 2026 dinilai berjalan dengan baik. Itulah kesimpulan riset akademik yang dipaparkan oleh Prof. Albertus Wahyurudhanto, Guru Besar Tetap STIK Lemdiklat Polri. Menariknya, riset ini tak cuma mengandalkan satu metode, tapi menggabungkan tiga sumber data berbeda untuk mendapatkan gambaran yang objektif.

“Hasil riset menunjukkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan dengan baik,” ujar Prof. Albertus dalam audiensi Evaluasi Operasi Ketupat 2026 bersama Kakorlantas Polri, Kamis lalu.

Namun begitu, ia juga menyisipkan catatan. Menurutnya, masih ada konsentrasi petugas yang terlalu fokus di jalur darat. Padahal, kendala kerap muncul di titik-titik lain seperti pelabuhan atau rest area.

Riset yang ia pimpin itu sendiri cukup komprehensif. Mereka melakukan survei persepsi terhadap 3.200 responden yang diambil dari 8 Polda. Data operasional dari posko, termasuk soal pergerakan kendaraan dan kecelakaan, juga dikumpulkan. Tak ketinggalan, pendapat para ahli dianalisis menggunakan metode Delphi untuk menguji temuan di lapangan.

Mayoritas responden survei adalah laki-laki (71,91%), dengan kelompok usia 36-45 tahun mendominasi. Sebagian besar berpendidikan SMA dan tersebar merata, sekitar 400 orang per Polda.

Di sisi lain, ada kemajuan yang patut diapresiasi. Prof. Albertus menyoroti sistem pemantauan yang kini berjalan real-time. “Jika sebelumnya evaluasi hanya pada aspek pelayanan, kini kepolisian mulai beralih ke strategi predictive traffic policing yang berbasis data,” jelasnya.

Strategi berbasis data ini, menurutnya, punya dampak lebih luas. Bukan cuma soal teknis operasi, tapi juga membangun pemahaman publik. Rekayasa lalu lintas akhirnya dipandang bukan sekadar kewajiban polisi, melainkan sebuah kebutuhan bersama untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar