Gubernur Banten Andra Soni Jemput Korban Perampokan Baduy, Tawarkan Rumah Singgah

- Sabtu, 08 November 2025 | 04:35 WIB
Gubernur Banten Andra Soni Jemput Korban Perampokan Baduy, Tawarkan Rumah Singgah
Gubernur Banten Andra Soni Jemput Korban Perampokan Baduy, Tawarkan Rumah Singgah

Gubernur Banten Jemput Korban Perampokan Baduy, Tawarkan Solusi Rumah Singgah

Gubernur Banten, Andra Soni, secara langsung menjenguk Repan (16), seorang warga Baduy Dalam yang menjadi korban aksi perampokan dan penikaman di Jakarta. Dalam kunjungannya, Andra menawarkan solusi jangka panjang dengan mengajak warga Baduy dan masyarakat Banten lainnya untuk memanfaatkan Rumah Singgah Pemprov Banten guna menghindari kejahatan serupa.

Pendampingan dan Pemulihan Korban Jadi Prioritas

Andra Soni menemui Repan dan keluarganya di Rumah Singgah Badan Penghubung Provinsi Banten di Jakarta. Gubernur menyatakan fokus utama pemerintahannya saat ini adalah pada proses pendampingan dan pemulihan Repan, yang menderita luka bacokan hingga memerlukan sepuluh jahitan. Sementara itu, proses penegakan hukum sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian.

Andra juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah berkoordinasi dengan baik dalam penanganan kasus ini.

Fasilitas Rumah Singgah Banten di Jakarta

Sebagai langkah antisipasi, Andra Soni secara resmi membuka kesempatan bagi warga Baduy dan masyarakat Banten yang tidak memiliki tempat menginap di Jakarta untuk memanfaatkan fasilitas rumah singgah ini. Tujuannya jelas: memberikan tempat yang aman dan mengurangi risiko menjadi korban kejahatan, terutama pada malam dan dini hari.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Banten, Ika Sri Erika, memaparkan bahwa rumah singgah ini telah beroperasi selama enam bulan dan telah melayani sekitar 350 orang. Fasilitas yang tersedia mencakup 36 tempat tidur, makanan, minuman, serta layanan antar jemput dengan ambulans atau mobil operasional.

Kronologi Kasus Perampokan terhadap Warga Baduy

Berdasarkan laporan polisi, peristiwa keji ini terjadi pada Minggu (26/10/2025). Saat itu, Repan sedang berjualan madu dan aksesori khas Baduy. Tiba-tiba, empat orang tak dikenal mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam menghadangnya. Mereka merampas tas berisi uang Rp 3 juta dan 10 botol madu, serta melukai tangan korban.

Polda Metro Jaya telah menerima laporan dan memeriksa TKP. Penyidik dari Unit Reskrim Polsek Cempaka Putih saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam dan memburu keempat pelaku yang diduga kuat melakukan perampokan bersenjata ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar