Ia lalu melanjutkan, “Kami sepakat bahwa negara mana pun tidak boleh mengendalikan jalur pelayaran atau memberlakukan tarif untuk melintas.” Pernyataan ini seperti menyentuh kekhawatiran banyak pihak soal potensi gangguan pada arus perdagangan global.
Di sisi lain, respons dari Tiongkok punya nada yang agak berbeda. Menlu Wang Yi, dalam percakapan yang sama, menyoroti aksi militer AS dan Israel. Menurut ringkasan dari kantor beria Xinhua, Wang menyatakan serangan udara mereka terhadap Iran tidak punya mandat dari Dewan Keamanan PBB. “Jelas melanggar hukum internasional,” katanya.
Wang kemudian menyerukan penghormatan atas kedaulatan dan keamanan negara-negara Teluk. Ia juga meminta agar warga sipil dan aset non-militer dilindungi. “Keamanan jalur pelayaran, serta fasilitas energi dan infrastruktur, juga harus dilindungi,” tambahnya, menutup pernyataan.
Jadi, meski punya tujuan serupa yaitu stabilitas, pendekatan dari Berlin dan Beijing terlihat berbeda. Jerman lebih fokus pada mediasi dan perundingan, sementara Tiongkok secara eksplisit mengkritik langkah militer yang telah dilakukan. Perbedaan sudut pandang ini akan jadi tantangan tersendiri dalam mencari jalan keluar dari krisis yang rumit ini.
Artikel Terkait
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya
Arema FC dan Malut United Bermain Imbang 1-1 di Kanjuruhan
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Grobogan