Di sisi lain, nuansa serupa juga terasa di dalam Gereja Katedral. Nata, seorang jemaat dari Kelapa Gading, menggambarkan suasana ibadah Jumat Agung berlangsung khidmat.
"Sebenarnya suasana di sini sangat ini ya, sangat adem ayem," kata Nata.
Dia merasa lega dan senang. Di hari yang sama, dua komunitas agama bisa menjalankan ritual dengan tenang, tanpa gangguan. Itu baginya adalah gambaran nyata kerukunan.
"Gimana ya menggambarkannya, sangat senang juga karena di hari Jumat kita juga masih bisa tenang beribadah, dan juga Jumatan juga masih berjalan dengan lancar gitu. Jadi ya cukup baiklah toleransi yang ada di sekitar jalan ini," ungkapnya.
Memang, peristiwa kemarin mungkin bukan hal yang spektakuler. Tapi dalam kesederhanaannya, ada sebuah cerita tentang Jakarta yang seringkali luput dari perhatian. Sebuah cerita tentang kewajaran, tentang warga yang bisa hidup berdampingan dengan damai di tengah kesibukan ibadah mereka. Suasana di sepanjang jalan antara kedua bangunan megah itu pun terasa tenang, seolah mencerminkan sikap para pengunjungnya.
Artikel Terkait
Gattuso Mundur dari Kursi Pelatih Italia Usai Gagal ke Piala Dunia 2026
Putin Siap Turun Tangan Redakan Ketegangan AS-Iran, Peringatkan Dampak Global
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya