“Ini dalam bentuk drama musik dan tari,” jelas Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, kepada awak media.
“Tentunya disutradarai oleh orang muda yaitu bernama Yogi Tanowo, dan juga ada koreografer. Kemudian juga penata musik,” imbuhnya.
Susyana menerangkan, inti dari peringatan Jumat Agung adalah sebuah ajakan. Gereja ingin mengajak seluruh umat untuk masuk dalam perjalanan iman, merenungkan makna terdalam dari sengsara dan wafat Kristus.
“Yang tentunya nanti bisa mengangkat, mengajak semua umat ya, masuk dalam perjalanan iman sehingga bisa memaknai hari sengsara dan wafat Kristus,” paparnya.
Pada akhirnya, pesan itulah yang terasa menguat sepanjang hari. Di tengah lautan manusia, baik yang duduk di bangku gereja maupun di bawah tenda, nuansa hening dan kontemplatif tetap menjadi nada utama. Mereka mengikuti setiap rangkaian, mengingat pengorbanan yang dipercaya menebus dosa umat manusia.
Artikel Terkait
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya
Arema FC dan Malut United Bermain Imbang 1-1 di Kanjuruhan
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Grobogan