Imbauan IEA ini sejalan dengan apa yang digaungkan pemerintah. Dalam sidang kabinet belum lama ini, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM. Bahkan, opsi kerja dari rumah atau WFH kembali dipertimbangkan sebagai langkah antisipasi.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto pun ikut mengajak. Dia meminta masyarakat mulai membiasakan diri hemat energi, baik di rumah maupun di kantor. Prioritasnya, beralih ke transportasi publik untuk aktivitas sehari-hari.
Indonesia ternyata tidak sendirian. Banyak negara lain yang sudah lebih dulu mengambil langkah serupa menanggapi ketidakpastian global. Thailand, contohnya. Negeri Gajah Putih itu meminta pegawai negerinya kerja dari rumah buat tekan pemakaian listrik dan BBM. Mereka juga membatasi penggunaan lift, eskalator, dan menetapkan suhu AC kantor antara 26 sampai 27 derajat Celsius.
Filipina mengambil kebijakan sistem kerja empat hari dalam seminggu untuk sektor publik. Sementara Pakistan menyiapkan rencana penghematan lewat sekolah jarak jauh dan pengaturan kerja dari rumah.
Jadi, situasinya memang sedang serius. Tapi seperti kata IEA, solusinya bisa dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Konsisten saja dulu.
Artikel Terkait
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah
Lebaran Betawi ke-18 Digelar di Lapangan Banteng April 2026
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi