Operasi gabungan yang digelar BNN, Interpol, dan BAIS akhirnya membuahkan hasil. Mereka berhasil meringkus Dewi Astutik, seorang buronan Interpol yang jadi target utama. Perempuan 43 tahun itu diduga menjadi otak penyelundupan sabu senilai fantastis: Rp 5 triliun.
Penangkapan terjadi di Kamboja, tepatnya pada Senin (1/12) lalu. Menurut sejumlah saksi, Dewi ditangkap tanpa perlawanan di sebuah hotel di kawasan Sihanoukville, sekitar pukul 1.39 sore waktu setempat. Polisi setempat yang bergerak lebih dulu menyergapnya di depan hotel, sementara tim BNN memastikan identitasnya sesuai Red Notice yang telah diterbitkan.
Sebelum menjadi buronan, hidup Dewi ternyata cukup berliku. Dia pernah menjadi TKW di beberapa negara Asia. Kemudian, pada 2009, dia menetap di Dusun Sumber Agung usai menikahi seorang pria lokal. Namun, jejak kehidupannya itu berakhir di balik jeruji kasus narkoba internasional.
Semua ini berawal dari sebuah informasi rahasia yang diterima pada 17 November 2025. Informasi itulah yang membuat BNN bergerak cepat. Mereka terbang ke Phnom Penh pada 30 November, tentu saja dengan dukungan penuh dari KBRI setempat sebagai jembatan diplomasi.
Prosesnya sendiri berjalan ketat, mengikuti semua aturan hukum yang berlaku di Kamboja. Athan RI di sana, Kolonel Inf Agung B Asmara, juga tak henti berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat. Setelah ditangkap, Dewi langsung dibawa ke Phnom Penh untuk menjalani proses administrasi sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (2/12), Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan peran vital Dewi dalam jaringan ini.
“DPO yang dimaksud ini diduga merupakan aktor utama dari penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp 5 triliun dan kasus narkotika lainnya yang terjadi di wilayah Indonesia,” tegas Suyudi.
Dia juga menyoroti dampak besar dari pengungkapan kasus ini. Menurutnya, penyitaan 2 ton sabu itu bukan angka main-main.
“Penangkapan 2 ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika,” ujarnya.
Gebrakan ini jelas jadi pukulan telak bagi sindikat narkoba. Meski begitu, perjalanan panjang masih menanti di meja hijau untuk membawa Dewi Astutik sepenuhnya ke pangkuan hukum.
Artikel Terkait
Sepasang Kekasih Selamat Usai Mobil Terjun dari Flyover Gubeng Akibat Cekcok di Dalam Kabin
Vasko Ruseimy Ditunjuk Pimpin Tim Pemenangan Ade Jona Prasetyo di Munas HIPMI
KPK Perluas Kasus Bupati Muara Enim, Dugaan Suap Tak Hanya dari Proyek Smart Board
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di SUGBK, Suporter Puji Perkembangan Permainan