Lalu lintas kereta di jalur Maswati-Sasaksaat, Bandung, akhirnya bisa kembali normal. Padahal, baru sehari sebelumnya, Rabu (1/4/2026), jalur itu sempat lumpuh total karena diterjang longsor. Kabar baik ini langsung disampaikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Kamis pagi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengonfirmasi pemulihan tersebut. Dalam keterangan resminya, ia menjelaskan bahwa operasi normal sudah berjalan sejak Kamis pagi.
"Perjalanan kereta api di lintas Maswati-Sasaksaat (MSI-SKT) telah kembali normal sejak Kamis pagi, setelah sebelumnya terdampak longsoran pada Rabu (1 April 2026)," ujar Anne.
Proses penanganan kejadian ini, menurutnya, dilakukan dengan sangat intensif. Berbagai tim dikerahkan dan berkoordinasi dengan ketat. Tujuannya jelas: memastikan rel bisa secepatnya dioperasikan, tapi dengan standar keamanan yang tak boleh dikurangi sedikitpun.
"Proses evakuasi dan pemulihan jalur berhasil diselesaikan dengan baik. Pada Rabu malam pukul 23.13 WIB, lokomotif telah kembali berada di rel dan evakuasi KA Ciremai dinyatakan selesai," tambah Anne.
Ia menekankan, seluruh upaya percepatan itu dilakukan secara terukur. Keselamatan jadi prioritas utama. Setelah rangkaian pemeriksaan yang teliti, barulah prasarana dinyatakan aman dan siap lagi untuk dilintasi kereta.
Memang, dampak longsoran yang menutup rel di kilometer 142 8/9 itu cukup serius. KA 174 Ciremai jadi korban, terpaksa berhenti. Tak cuma itu, sejumlah perjalanan kereta lain juga ikut terganggu. Menghadapi situasi itu, KAI langsung mengambil langkah penyesuaian pola operasi. Semua demi mengendalikan situasi dan menjaga keselamatan penumpang.
Di akhir pernyataannya, Anne Purba menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan pengertian pelanggan. KAI terus berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, andal, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," pungkasnya.
KA Ciremai relasi Semarang Tawang-Bandung terhenti total di tengah lintasan akibat material longsoran tanah yang menutup petak jalan Maswati–Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (1/4/2026) petang. (ANTARA/HO Daop 2 Bandung)
Artikel Terkait
Gubernur DKI Larang Pedagang Hewan Kurban Jualan di Trotoar Jelang Idul Adha 2026
PBB Peringatkan Laju Kepunahan Spesies Mengancam Ketahanan Pangan dan Kesehatan Manusia
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp80 Ribu per Kilogram, DKI Jakarta Catat Kenaikan 12 Persen
Polri Targetkan Zero ODOL pada 2027, Kakorlantas Soroti Lima Pilar Keselamatan Lalu Lintas