Inflasi Maret 2026 Turun Didukung Stabilitas Harga Pangan

- Kamis, 02 April 2026 | 00:45 WIB
Inflasi Maret 2026 Turun Didukung Stabilitas Harga Pangan

Pengawasan ketat juga dilakukan, terutama selama Ramadhan hingga pasca Lebaran. Dari awal Februari sampai akhir Maret 2026, kegiatan pengawasan harga telah menjangkau 64.548 titik. Intensitas Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga ini, kata dia, jelas berkontribusi menekan gejolak harga.

Upaya-upaya itu rupanya membuahkan pola yang berbeda. Biasanya, pasca Idul Fitri diikuti deflasi pangan. Seperti pada 2024, inflasi Maret 2,16% lalu deflasi 0,31% di April. Tahun 2025 pun mirip, dari 1,96% menjadi deflasi tipis 0,04%.

Tapi tahun ini lain cerita. Inflasi pangan Maret 2026 tetap positif di angka 1,58%, menunjukkan stabilitas yang lebih terjaga.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat hal itu. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut inflasi umum bulanan Maret 2026 sebesar 0,41%, lebih rendah dari Februari yang 0,68%.

"Inflasi pada bulan Maret tahun 2026 yang bertepatan dengan momen Lebaran mengalami inflasi secara month to month-nya 0,41 persen. Lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan Februari tahun 2026," kata Ateng.

Menurut penjelasannya, andil terbesar justru datang dari komponen harga bergejolak (volatile food), yang inflasinya 1,58% dengan andil 0,27%. Komoditas penyumbang utamanya adalah daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi.

Pencapaian ini tak lepas dari komitmen penguatan produksi dalam negeri. Sebelumnya, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan, ketahanan pangan nasional harus ditopang dari hasil petani lokal. Dengan begitu, pemerintah punya kendali penuh untuk mengimplementasikan berbagai program intervensi.

Jadi, stabilitas inflasi selama Ramadhan, Idul Fitri, hingga Nyepi 2026 ini bukan kebetulan. Ada kerja keras di baliknya, dari hulu sampai ke hilir.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar