Jadi, totalnya akan ada sepuluh batalyon. Itu angka yang signifikan, menunjukkan skala prioritas pemerintah untuk daerah ini.
Namun begitu, pembangunan batalyon bukan satu-satunya fokus. Pemerintah daerah ternyata juga mendukung penuh rencana pendirian pangkalan udara baru. Menurut Mian, lahan untuk proyek strategis ini sudah disiapkan.
Jadi, semuanya sudah di atas kertas. Tinggal menunggu koordinasi final di tingkat menteri untuk eksekusinya.
Kalau dirunut, kunjungan Sjafrie ini punya makna ganda. Di satu sisi, ini adalah langkah konkret memperkuat sistem pertahanan nasional, khususnya di wilayah barat. Di sisi lain, ini juga bentuk pemerataan pembangunan. Fasilitas strategis tak lagi terpusat di Jawa, tapi mulai menyebar ke daerah, seperti Bengkulu.
Sepertinya, geliat pembangunan pertahanan di provinsi ini akan segera terasa. Dari rencana di atas kertas, perlahan-lahan akan menjadi kenyataan di lapangan.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Kerangka Manusia Ditemukan di Perkebunan Lereng Muria, Identitas Masih Misterius
Komisi Eropa Salurkan Bantuan Tambahan 2 Juta Euro untuk Krisis Kuba
Komnas HAM Siap Panggil Empat Oknum TNI Tersangka Kasus Penyiraian Andrie Yunus
ASKI Luncurkan Enam Alat Kesehatan Digital, Dukung Kemandirian Industri Nasional