Trump Sebut Pimpinan Iran Minta Gencatan Senjata, Tapi Ada Syaratnya
Foto: AP Photo
Lewat sebuah unggahan di Truth Social, Rabu (1/4/2026), Donald Trump membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Mantan presiden Amerika Serikat itu mengklaim bahwa seorang pejabat tinggi Iran telah meminta penghentian permusuhan dalam konflik di Timur Tengah.
Namun begitu, Trump langsung memberi catatan. Washington, katanya, tak akan mempertimbangkan permintaan itu sebelum Selat Hormuz dibuka kembali untuk lalu lintas kapal tanker. "Kita akan mempertimbangkannya ketika selat itu terbuka, bebas, dan jelas," tulisnya.
Dalam postingannya, Trump tampak merujuk pada pemimpin baru Iran. "Presiden rezim baru Iran, jauh kurang radikal dan jauh lebih cerdas daripada pendahulunya, baru saja meminta Amerika Serikat untuk gencatan senjata!" tulisnya. Perlu dicatat, Iran memang memiliki pemimpin tertinggi baru, meski bukan presiden baru.
Dia tak berhenti di situ. Ancaman disampaikan dengan gaya khasnya. Sampai selat itu dibuka, “kita akan menghancurkan Iran hingga tak berbekas atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!!!"
Selat Hormuz sendiri sudah ditutup berminggu-minggu. Kapal-kapal yang coba melintas menghadapi ancaman serangan Iran. Efeknya global: tekanan inflasi meroket dan prospek ekonomi memburuk di mana-mana.
Di sisi lain, tanggapan dari Iran datang dari Ebrahim Azizi, Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran. Dia bilang Selat Hormuz akan dibuka kembali, tapi hanya untuk "mereka yang mematuhi hukum baru Iran."
"Trump akhirnya mencapai mimpinya tentang 'perubahan rezim' -- tetapi dalam rezim maritim kawasan ini," kata Azizi lewat media sosial.
Parlemen Iran sebelumnya sudah menyetujui proposal yang mengenakan bea masuk pada kapal yang lewat. Jadi, situasinya rumit.
Isu Penarikan Diri dan Pidato Penting
Selain soal Iran, Trump juga menyentuh isu lain yang tak kalah panas. Dalam percakapan dengan Reuters, dia menyatakan AS sedang mempertimbangkan untuk menarik diri dari NATO, aliansi pertahanan Atlantik Utara itu.
Artikel Terkait
Malaysia Terapkan WFH untuk Aparatur Sipil Negara Mulai April 2026
Kebakaran Hanguskan Delapan Ruang Kelas di SMPN 2 Samarinda, Tak Ada Korban Jiwa
Inflasi Maret 2026 Turun Didukung Stabilitas Harga Pangan
Petisi Ahli Siapkan 1.000 Pengacara Bela Polri, Sebut Gugatan Citizen Lawsuit Kasus Ijazah Jokowi Keliru