Kediaman Joko Widodo di Sumber, Solo, tiba-tiba ramai oleh kunjungan seorang diplomat penting. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyempatkan diri bertemu dengan presiden ketujuh RI itu. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam, dan di sana, Boroujerdi tak hanya membicarakan urusan sekarang, tapi juga mengenang sebuah momen penting di masa lalu.
Ya, momen pertemuan antara Jokowi dan mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Rupanya, kenangan itu masih sangat melekat.
"Beliau pada tahun-tahun sebelumnya berkunjung ke Iran dan dalam kesempatan tersebut beliau bertemu dengan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei," ujar Boroujerdi.
Ia lalu menyambung, menyebut kunjungan balasan mendiang Presiden Ebrahim Raisi ke Indonesia pada 2023 sebagai tonggak lain. Hubungan kedua negara, dalam pandangannya, memang sudah terbangun kuat.
"Beliau adalah tokoh yang selalu memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia dan terus mendorong kepentingan bersama dengan negara-negara sahabat," tambahnya tentang Jokowi.
Namun begitu, percakapan mereka tentu tak melulu tentang nostalgia. Situasi terkini di Timur Tengah, pasca serangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, menjadi pokok pembicaraan yang serius. Boroujerdi secara khusus menyampaikan laporan kondisi terakhir negaranya kepada Jokowi.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Rencana Peredaran Uang Palsu Rp2 Miliar Modus Dukun Pengganda Uang di Bogor
Panic Buying BBM di Jagakarsa Picu Stok SPBU Habis, Pemerintah Tegaskan Harga Tak Naik
Presiden Korea Selatan Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon dalam Kunjungan Prabowo
Prabowo Kutip Pepatah Korea untuk Perkuat Kemitraan Strategis dengan Seoul