"Saya diberitahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan bahwa ia ingin mengakhiri perang," kata Paus kepada para wartawan saat meninggalkan Castel Gandolfo menuju Vatikan, seperti dilansir AFP.
"Mudah-mudahan ia sedang mencari cara untuk mengurangi jumlah kekerasan, pemboman."
Bagi Paus, langkah semacam itu akan sangat berarti. "Akan menjadi kontribusi signifikan untuk menghilangkan kebencian yang sedang diciptakan dan yang terus meningkat di Timur Tengah dan tempat lain," jelasnya.
Pria berusia 70 tahun asal Amerika itu pun tak lupa menyampaikan seruannya. "Saya tentu akan terus menyerukan hal ini kepada semua pemimpin dunia untuk mengatakan 'Kembali ke meja perundingan untuk berdialog, mari kita cari solusi untuk masalah'."
Jadi, sementara Washington bicara tentang garis finish dan akhir perang tanpa syarat, dari Roma justru terdengar seruan untuk dialog. Dua narasi yang berbeda, sama-sama menginginkan perdamaian, tapi dengan jalan yang berlainan.
Artikel Terkait
Menteri Ketenagakerjaan Anjurkan WFH Satu Hari Seminggu, Sektor Vital Dikecualikan
Komisi III DPR Pertimbangkan Bentuk Pansus untuk Kasus Penyiraiman Andrie Yunus
AS Pertimbangkan Ulang Komitmen ke NATO Usai Perang Iran, Kata Menlu Rubio
Atap Rumah Warga Kediri Ambruk Diterpa Hujan, Tak Ada Korban Jiwa