Kemiskinan dan Pengangguran di Jabar Turun pada 2025, Capaian Pembangunan Meningkat

- Selasa, 31 Maret 2026 | 17:45 WIB
Kemiskinan dan Pengangguran di Jabar Turun pada 2025, Capaian Pembangunan Meningkat

“Kami juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada kelompok usaha bersama (KUBE) sebanyak 57 KUBE untuk meningkatkan pendapatan fakir miskin,”

tambah Erwan.

Angka Pengangguran Juga Menyusut

Kabar baik lainnya datang dari pasar tenaga kerja. Tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat berhasil turun tipis, dari 6,75 persen di 2024 menjadi 6,66 persen di tahun lalu. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar enam atau tujuh orang masih belum mendapat pekerjaan. Capaian ini bahkan melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yaitu 6,99 persen.

Menurut Erwan, penurunan ini didorong oleh membaiknya penyerapan tenaga kerja di beberapa sektor kunci. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap tambahan 100 ribu orang. Sektor pendidikan menyerap 50 ribu, sementara akomodasi dan makan minum bertambah 40 ribu pekerja.

Namun begitu, tidak semua sektor mengalami pertumbuhan. Sektor pertambangan dan penggalian justru kehilangan 40 ribu pekerjaan.

Secara keseluruhan, kontributor terbesar penyerapan tenaga kerja di Jabar masih didominasi oleh sektor reparasi mobil dan motor (22,44%), diikuti industri pengolahan (18,61%), dan pertanian (15,43%). Pola ini menunjukkan, ekonomi Jabar masih bertumpu pada sektor-sektor tradisional yang padat karya, meski perlahan ada pergeseran.

Jadi, meski tantangan ke depan masih berat, setidaknya langkah awal di 2025 ini memberikan sinyal yang positif. Angka-angka itu mulai bergerak ke arah yang diharapkan.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar