Dalam ledakan itu, dua prajurit lainnya, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, mengalami luka-luka. Situasi di lapangan memang sedang sangat panas dan tidak menentu.
Soal siapa pelaku sebenarnya, TNI menyatakan masih menunggu hasil investigasi resmi dari UNIFIL. Namun begitu, serangan ini jelas menimpa posisi dan kendaraan yang dikenali sebagai milik pasukan PBB.
"TNI telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai SOP UNIFIL. Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut," tegas Aulia.
Dengan tambahan korban di hari Senin, total prajurit TNI yang gugur menjadi tiga orang. Sementara yang luka-luka berjumlah lima orang. Berikut nama-namanya:
Gugur:
Praka Farizal Rhomadhon
Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar
Sertu Muhammad Nur Ichwan
Luka-luka:
Praka Rico Pramudia
Praka Bayu Prakoso
Praka Arif Kurniawan
Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana
Praka Deni Rianto
Korban jiwa dalam misi perdamaian ini menjadi pengingat pahit betapa berisikannya tugas di daerah konflik. Meski dibawah bendera PBB, nyawa para prajurit tetap terancam. Keluarga di tanah air pun kini berduka.
Artikel Terkait
WFH Setiap Jumat Berlaku untuk ASN, Kecuali Sektor Krusial
Aturan Kewarganegaraan Tunggal Ancam Masa Depan Pemain Naturalisasi di Liga Belanda
Pemerintah Tetapkan WFH Jumat dan Pangkas Perjalanan Dinas Mulai 1 April
Sisca Saras dan NecoMe Jepang Kolaborasi Perkenalkan Hipdut ke Pasar Global