Di sisi lain, Andi merasa perlu menyoroti sesuatu yang sering dianggap remeh: risiko fatal campak. Banyak orang pikir penyakit ini cuma demam dan ruam kulit. Padahal, komplikasinya bisa serius, bahkan berujung kematian. Bayi di bawah sembilan bulan yang belum dapat imunisasi dasar adalah kelompok paling rentan.
"Pada bayi, campak sering memicu diare berat sampai dehidrasi akut. Tak jarang, kematian bayi sebenarnya dipicu campak, tapi dikira cuma gangguan pencernaan biasa," paparnya.
Imbauannya jelas. Para orang tua harus memastikan anak dapat imunisasi campak tepat waktu, yaitu di usia sembilan bulan. Itu langkah perlindungan paling efektif. Untuk masyarakat umum, protokol kesehatan sederhana tetap berlaku. Pakai masker di keramaian, dan isolasi mandiri jika ada keluarga yang demam tinggi plus muncul bintik kemerahan.
Timnya akan terus memantau perkembangan situasi dalam dua pekan ke depan. "Sampai saat ini belum ada laporan lonjakan signifikan," ungkap Andi. Tapi tim medis di lapangan, katanya, tetap dalam posisi siaga. Bersiap untuk segala kemungkinan.
Artikel Terkait
WFH Setiap Jumat Berlaku untuk ASN, Kecuali Sektor Krusial
Pemerintah Tetapkan WFH Jumat dan Pangkas Perjalanan Dinas Mulai 1 April
Sisca Saras dan NecoMe Jepang Kolaborasi Perkenalkan Hipdut ke Pasar Global
Zulkifli Hasan Tegaskan Koalisi PAN-Gerindra adalah Koalisi Sepanjang Masa