Namun begitu, kekerasan ternyata terus membayangi. Mei 2025 lalu, dua orang dekatnya tewas dengan tragis. Saudaranya, Eddie Lyons Jr, dan Ross Monaghan, ditembak mati di sebuah bar tepi pantai di Fuengirola, Costa del Sol.
Malam itu, mereka sedang asyik menonton final Liga Champions. Tiba-tiba saja, seorang pria bersenjata datang dan menembaki mereka. Pelaku diduga bertindak sendirian.
Polisi Spanyol menuding seorang pria asal Liverpool, Michael Riley (44), sebagai otak di balik pembunuhan keji tersebut. Awalnya Riley melawan upaya ekstradisi. Tapi pada Oktober lalu, Crown Prosecution Service mengonfirmasi bahwa dia akhirnya setuju untuk dibawa ke Spanyol untuk diadili.
Beberapa hari pasca penembakan, seorang penyidik Kepolisian Nasional Spanyol menyebut tersangka adalah anggota dari kelompok Daniel, rival lama klan Lyons. Ini seperti mengulang dendam lama.
Tapi, ada catatan lain dari Kepolisian Skotlandia. Mereka bersikeras bahwa tidak ada indikasi kuat pembunuhan di Spanyol itu terkait dengan perang geng yang masih berlangsung di tanah mereka. Menurut mereka, serangan itu juga tidak direncanakan dari Skotlandia. Seolah-olah, meski akar masalahnya sama, kekerasan ini hidup dan bernapas di jalurnya sendiri.
Artikel Terkait
Diplomat PBB Mundur, Klaim Badan Dunia Siapkan Skenario Nuklir untuk Iran
Monas Perpanjang Jam Operasional hingga Pukul 22.00 di Akhir Pekan
Kemiskinan dan Pengangguran di Jabar Turun pada 2025, Capaian Pembangunan Meningkat
Marquez Kecewa Finis Kelima di COTA, Sebut Motor Terlalu Agresif