Rusia Rancang Aturan Legalkan Mobil Curian dari Uni Eropa, Jerman Khawatir

- Selasa, 31 Maret 2026 | 12:55 WIB
Rusia Rancang Aturan Legalkan Mobil Curian dari Uni Eropa, Jerman Khawatir

BKA enggan berspekulasi apakah aturan baru Rusia bakal bikin angka pencurian mobil di Jerman melonjak. Mereka cuma kasih data: dari 123 mobil yang disebut Rusia itu, jumlahnya sangat kecil dibanding realita. Sepanjang 2024, ada 30.373 kendaraan dicuri di Jerman. Yang berhasil diungkap cuma 8.858 kasus kurang dari 30 persen.

Serikat Polisi: Ini Sinyal Buruk

Suara lebih keras datang dari serikat polisi GdP. Juru bicaranya, Benjamin Jendro, bilang saat ini komunikasi dengan Rusia di banyak level memang nyaris nol.

Jendro nggak ragu menyebut rancangan undang-undang ini sebagai "sinyal yang sangat buruk". Menurutnya, ini jelas mendorong kejahatan terorganisir.

Ia juga membeberkan modus yang selama ini terjadi. Banyak mobil dicuri lalu dibongkar di Eropa Timur. Tapi ada juga yang memang dicuri sesuai pesanan dan langsung dikirim ke negara "aman" yang sulit dijangkau hukum.

Kekhawatiran Lain: Penipuan Asuransi

Di Rusia sendiri, sejumlah pakar malah khawatir soal efek samping lain: maraknya penipuan asuransi.

Alexander Kholodov dari Kamar Publik Federasi Rusia (OPRF) ingatkan praktik jadul tahun 90-an. Dulu pernah ada skema mobil "dicuri" di Jerman, dijual, lalu si pemilik lama laporkan hilang dan klaim asuransi. Mobilnya sendiri udah aman di Rusia.

tambah pengacara Sergei Smirnov, menyuarakan kekhawatiran serupa.

Tapi Asosiasi Asuransi Jerman (GDV) agak meremehkan skenario ini. Mereka bilang skema penipuan seperti itu nggak umum. Mayoritas pencurian, kata mereka, adalah kejahatan beneran. Mereka juga ragu aturan Rusia bakal langsung bikin angka pencurian di Jerman meledak.

Gimana pun, rencana Moskow ini jelas bikin suasana makin runyam. Di tengah ketegangan politik yang sudah memanas, kebijakan soal mobil curian ini seperti menambah bahan bakar baru ke dalam api.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar