Rusia Rancang Aturan Legalkan Mobil Curian dari Uni Eropa, Jerman Khawatir

- Selasa, 31 Maret 2026 | 12:55 WIB
Rusia Rancang Aturan Legalkan Mobil Curian dari Uni Eropa, Jerman Khawatir

Rusia punya rencana yang bikin sejumlah negara di Eropa, terutama Jerman, gelisah. Intinya, mereka mau bikin aturan baru yang memungkinkan mobil-mobil curian dari Uni Eropa untuk didaftarkan secara legal di sana. Jadi, warga bisa mengurus plat nomor resmi untuk kendaraan yang selama ini statusnya "gelap".

Rencana ini sudah digodok para anggota parlemen. Awalnya diusulkan Kementerian Dalam Negeri Rusia sekitar Februari 2026 lalu. Kalau jadi, kekhawatiran terbesar adalah lonjakan pencurian mobil lintas negara. Bayangin aja, mobil dicuri di Berlin, lalu dengan mudah dilegalkan di Moskow.

Perintah dari Atas

Semua ini, menurut harian Kommersant di Moskow, berawal dari arahan langsung Presiden Vladimir Putin. Pemerintah Rusia beralasan, aturan ini untuk melindungi pemilik kendaraan di Rusia. Mobil-mobil itu masuk daftar buronan internasional cuma karena laporan dari negara-negara yang mereka sebut "tidak bersahabat".

Daftar negara musuh itu panjang. Selain 27 anggota Uni Eropa, juga mencakup AS, Kanada, Inggris, Jepang, Australia, bahkan Swiss dan Norwegia. Yang lebih pelik lagi, aturan baru ini rencananya juga bakal melegalkan kendaraan yang dilaporkan hilang oleh Ukraina. Banyak yang menduga, ini merujuk pada mobil-mobil yang diambil dari wilayah Ukraina yang kini diduduki Rusia.

Alasan Rusia: Dikucilkan

Saat ini sih, mendaftarkan mobil yang masuk daftar buronan internasional itu jelas dilarang di Rusia. Tapi menurut Kommersant, Kementerian Dalam Negeri Rusia ngomong mereka sering kebingungan. Mereka kesulitan dapat penjelasan kenapa suatu mobil masuk daftar pencarian.

Sejak perang di Ukraina pecah, negara-negara "tidak bersahabat" itu dianggap tutup mulut. Mereka nggak lagi merespons permintaan informasi dari otoritas Rusia.

Jerman disebut-sebut sebagai contoh nyata. Moskow menuding Berlin sengaja mengabaikan permintaan mereka karena alasan politik. Mereka ngaku, di Januari 2026 ada 123 mobil asal Jerman yang statusnya buronan internasional dan ada di Rusia. Tapi, kata mereka, nggak ada satu pun penjelasan resmi dari Jerman soal alasan pencariannya.

Posisi Jerman: Nggak Ada Kerjasama

Nah, bagaimana tanggapan Jerman? Kantor Polisi Kriminal Federal (BKA) mengaku memang nggak ada pertukaran data dengan Rusia untuk urusan beginian.

Begitu pernyataan resmi mereka. Intinya, ini dianggap urusan perdata antar pemilik, bukan kasus pidana murni yang jadi ranah BKA.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar