Duka kembali menyelimuti korps Tentara Nasional Indonesia. Dua prajurit terbaik gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan, Senin lalu. Mereka adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Menurut informasi yang beredar, insiden ledakan terjadi saat mereka sedang bertugas mengawal sebuah konvoi.
Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, selaku Kapuspen Mabes TNI, memberikan konfirmasi resmi mengenai peristiwa memilukan ini.
Begitu penjelasan Aulia, yang disampaikan kepada media pada Selasa, 31 Maret 2026. Suasana di markas besar tentu saja berat.
Rincian kejadiannya begini. Saat itu, Tim Escort dari Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL sedang melaksanakan tugas rutinnya: mengawal konvoi Combat Support Service Unit (CSSU). Rute perjalanan mereka dari Mako Sektor Timur UNP 7-2 menuju markas satgas TNI di UNP 7-1. Perjalanan yang seharusnya biasa, berubah jadi malapetaka di tengah jalan.
Nasib tak mengena sama rata. Selain yang gugur, dua prajurit lain selamat meski menderita luka. Mereka adalah Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.
Artikel Terkait
FIFA Apresiasi Profesionalitas Indonesia sebagai Tuan Rumah FIFA Series 2026
Israel Perluas Operasi ke Lebanon Selatan, Serang Fasilitas Nuklir Iran
Bupati Lebak Bantah Sindir Wabup, Amir Hamzah: Itu Penghinaan Pribadi
Richard Lee Diperpanjang Masa Tahanannya, Istri Turut Dipanggil Penyidik