Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Narsullah, dalam keterangannya Senin (30/3), memberikan penjelasan lebih rinci. “Praka Rico Pramudia mengalami luka berat. Sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan lukanya tergolong ringan,” jelasnya.
Bayu dan Arif kini dirawat di rumah sakit tingkat pertama milik UNIFIL. Sedangkan Rico, karena kondisi yang lebih serius, telah dievakuasi menggunakan helikopter. Dia dibawa ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.
Aulia menegaskan komitmen TNI. Meski dihantam musibah, tugas sebagai bagian dari misi perdamaian PBB akan tetap dijalankan secara profesional. Keselamatan personel jadi prioritas utama. “Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi sesuai dinamika yang ada,” tambahnya.
Namun begitu, situasi di medan penugasan memang semakin berbahaya. Aulia mengakui peningkatan eskalasi konflik di Lebanon memaksa pihaknya meningkatkan kewaspadaan. Prosedur standar UNIFIL pun dijalankan sepenuhnya.
“Insiden ini terjadi di tengah situasi saling serang artileri yang sangat intens. Sampai saat ini, belum bisa dipastikan secara mutlak pihak mana yang bertanggung jawab langsung. Investigasi masih berjalan di bawah koordinasi UNIFIL,” pungkas Aulia.
Insiden ini tentu menghentak. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB bukan hal sepele, dan menuai kecaman internasional. Di tengah awan duka, keluarga besar TNI dan bangsa Indonesia berduka cita yang mendalam.
Artikel Terkait
China Dukung Mediasi Pakistan untuk Redakan Ketegangan AS-Iran
Mulai Besok, ASN Gresik WFH Setiap Rabu, Kecuali 9 OPD Vital
Kontroversi Penalti Akhiri Upaya Timnas Indonesia di Final FIFA Series
Angin Puting Beliung Terjang Kudus, 221 Rumah Rusak di Empat Desa