Persoalan lain adalah rendahnya literasi digital. Iklan judi online masih bebas berkeliaran di media sosial dan platform konten, seringkali dibintangi artis atau influencer ternama.
“Informasi ini harus dibatasi. Konten kreator mana pun seharusnya dilarang mengiklankan situs judi. Itu salah satu cara memutus informasi ke masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Achmad Nur Hidayat dari Narasi Institute melihat dampaknya lebih luas. Judi online, katanya, cuma menguntungkan segelintir bandar. Sementara stabilitas nasional jadi taruhannya.
“Keuntungan besar dinikmati bandar yang belum tentu tertangkap, sementara dampak buruknya ditanggung masyarakat luas,” kata Achmad.
Dia menyoroti data yang menyebut 80% dari 4,4 juta pemain judi online berasal dari kalangan menengah ke bawah kelompok paling rentan. Uang mereka mengalir keluar negeri, karena banyak platform dioperasikan dari luar.
Efeknya berantai. Banyak keluarga terjerat utang. Di tempat kerja, produktivitas anjlok karena karyawan kecanduan. Absensi meningkat, konflik merebak.
“Kalau sudah masif, perusahaan ikut merasakan dampaknya. Efisiensi turun, biaya sosial naik,” jelasnya.
Sektor perbankan pun kena imbas, dengan potensi kredit macet membesar. Yang memprihatinkan, target utama justru masyarakat lapis bawah yang sudah kesulitan ekonomi.
“Ini memperlebar ketimpangan. Mereka sudah terjepit inflasi dan harga kebutuhan, lalu dijebak judi online yang memperburuk keadaan,” ujarnya.
Achmad mendorong pendekatan holistik. Penegakan hukum harus lebih agresif, termasuk memburu platform ilegal. Tapi hukum saja tidak cukup. Perlu kampanye literasi keuangan yang menarik dan mudah dicerna.
“Banyak yang terjebak karena tidak paham risikonya. Mereka harus sadar akan pentingnya mengelola keuangan dengan bijak,” katanya.
Pemerintah juga diminta menyediakan alternatif ekonomi produktif, seperti program UKM atau padat karya. “Hanya dengan cara ini kita bisa keluar dari jerat judi online. Dampaknya terlalu besar untuk diabaikan,” tutup Achmad.
Artikel Terkait
Gus Salam Desak Negara Kuasai SDA Strategis dan NU Segera Berbenah
Surabaya Gelar Festival Industri dan Tenaga Kerja untuk Dongkrak Ekspor dan Serap Pengangguran
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga Empat Meter, Berlaku hingga 1 April
Rano Karno Ungkap Rencana Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII