Setelah itu, pindahkan bibit cabai dengan hati-hati ke dalam pot. Satu pot isi satu bibit saja, biar dia punya ruang untuk berkembang dengan maksimal.
Letakkan pot di tempat yang kena sinar matahari. Cabai rawit itu butuh cahaya yang cukup, setidaknya 5-6 jam sehari. Jadi, pastikan dia nggak berada di tempat yang terlalu teduh.
Terakhir, penyiraman. Siram secara rutin setiap pagi dan sore. Tapi, jangan kebanyakan! Media tanam yang lembap itu sudah cukup. Kalau kelebihan air, malah bikin tanaman stres.
Jangan Lupa, Kasih Makan!
Setelah tanaman mulai tumbuh dan terlihat kuat, waktunya untuk pemupukan. Ini biar dia makin subur dan produktif.
Kamu bisa pakai pupuk AB Mix khusus sayuran daun. Ukur kepekatannya sekitar 1500 ppm. Caranya gampang: campurkan 2 tutup botol pupuk AB Mix ke dalam 3 liter air.
Siramkan atau kocor larutan pupuk ini ke tanaman setiap dua hari sekali. Waktu terbaiknya ya pagi atau sore hari, saat matahari nggak terlalu terik. Dengan pupuk yang tepat dan rutin, daun akan lebih hijau dan buahnya pasti lebih lebat nantinya.
Waspadai Serangan Hama
Nah, ini nih yang sering bikin jengkel. Hama. Ulat, kutu daun, atau jamur bisa muncul kapan saja. Kuncinya adalah pencegahan sejak dini.
Artikel Terkait
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera untuk Final FIFA Series 2026
Nenek Penjual Sosis di Maros Jadi Korban Pencurian Berani di Siang Bolong
Pakar UGM: PP TUNAS Perlu Diimbangi Literasi Digital untuk Cegah Kecanduan Anak
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Dimakamkan dengan Penghormatan Militer di Kalibata