"Tidak lama kemudian, petir menyambar tenda mereka," tutur Suprapto.
Sambaran itu berakibat fatal. Satu dari delapan korban, Alvin (23) warga Candipuro, meninggal dunia. Satu korban lain, Radit, masih dalam kondisi koma dan dirujuk ke RSUD Pasirian. Enam orang lainnya mengalami luka-luka ringan. Mereka adalah Riyanto (25), Tomi (22), Dadang (25), Junaidi (22), Sutikno (23), dan Fagis Gama (24). Kebanyakan berasal dari Desa Candipuro dan sekitarnya.
Sementara itu, di Pantai Watu Pecak, kejadian serupa menimpa seorang kakek dan cucunya. Mereka pemilik warung di sisi barat pantai. Tiba-tiba saja petir menyambar di dekat pondok mereka. Keduanya langsung pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Menyikapi musibah ini, Suprapto mengingatkan agar kita semua lebih waspada. Cuaca ekstrem di pesisir selatan bisa datang tanpa peringatan. "Carilah tempat yang benar-benar aman jika cuaca buruk melanda," imbaunya. Nasihat yang sederhana, tapi nyawa taruhannya.
Artikel Terkait
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera untuk Final FIFA Series 2026
Nenek Penjual Sosis di Maros Jadi Korban Pencurian Berani di Siang Bolong
Pakar UGM: PP TUNAS Perlu Diimbangi Literasi Digital untuk Cegah Kecanduan Anak
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Dimakamkan dengan Penghormatan Militer di Kalibata