Sabtu malam kemarin, suasana di ballroom hotel mewah Jakarta terasa istimewa. Di atas panggung PSSI Awards 2026, sebuah penghargaan bergengsi, Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia Legend of The Year, akhirnya menemukan pemiliknya. Namanya? Tan Liong Houw. Sosok legendaris yang karirnya membentang di era 1950-an, baik untuk Persija Jakarta maupun Timnas Indonesia.
Macan Betawi dari Surabaya
Mungkin generasi sekarang tak terlalu familier. Tapi tanyakan pada kakek-nenek pecinta bola, mereka pasti kenal. Tan Liong Houw, yang juga dikenal sebagai Latief Harris Tanoto, lahir di Surabaya 26 Juli 1930. Gaya mainnya lugas, berani, taktis. Itu yang membuat pendukung Persija menjulukinya "Macan Betawi". Julukan yang melekat erat, menggambarkan semangatnya di lapangan hijau.
Momen Bersejarah di Melbourne
Kiprahnya tak cuma di level domestik. Di kancah internasional, Tan adalah bagian dari sejarah emas. Tahun 1956, di Olimpiade Melbourne, dia dan kawan-kawan berhasil menciptakan kejutan besar. Mereka menahan imbang Uni Soviet, si raksasa dunia, dengan skor 0-0. Sayang, di pertandingan ulang, Skuad Garuda harus menyerah. Tapi prestasi masuk perempat final itu sampai sekarang dikenang sebagai salah satu momen terbaik sepak bola Indonesia.
Nah, penghargaan dari PSSI ini jelas bukan sekadar trofi. Ini simbol penghormatan abadi. Dedikasi dan perjuangan Tan diharapkan bisa jadi pemantik semangat buat anak-anak muda sekarang. Agar mereka punya mimpi besar, seperti para pendahulunya.
Artikel Terkait
BMKG: Hujan Masih Guyur Sejumlah Kota, Waspada Potensi Petir di Arus Balik
AS Siap Gelar Pertemuan dengan Iran Pekan Ini di Tengah Ketegangan
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Melintas di Tengah Blokade Selat Hormuz
Cedera Bahu Paksa Maverick Vinales Mundur dari MotoGP Amerika Serikat