Pakar Ingatkan Pola Makan Pasca-Lebaran, Data BPJS Tunjukkan Lonjakan Biaya Layanan Ginjal

- Jumat, 27 Maret 2026 | 19:45 WIB
Pakar Ingatkan Pola Makan Pasca-Lebaran, Data BPJS Tunjukkan Lonjakan Biaya Layanan Ginjal

Layanan lain seperti Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) juga meningkat, meski lebih perlahan. Pesertanya bertambah dari 2.694 menjadi 3.247 jiwa. Biayanya naik dari Rp 179 miliar ke Rp 210 miliar. Meski porsinya masih kecil dibanding HD, CAPD menunjukkan potensi sebagai alternatif terapi.

Di sisi lain, transplantasi ginjal masih sangat terbatas. Jumlah tindakannya cuma belasan kasus per tahun, dengan biaya verifikasi antara Rp 3,5 hingga Rp 6,3 miliar.

Data-data ini, menurut dr. Jonny, menunjukkan sesuatu yang penting. Peningkatan kasus yang terjadi umumnya bukan berasal dari pasien baru, melainkan akibat perburukan kondisi pasien yang sudah punya riwayat penyakit ginjal sebelumnya. Itu sebabnya, upaya pencegahan sejak dini jadi kunci.

"Peran promotif dan preventif sangat krusial, dan paling efektif dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional," ungkapnya.

Pencegahan, lanjut dia, bisa dimulai dengan hal-hal sederhana. Edukasi gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin tekanan darah dan gula darah, serta deteksi dini dengan tes urine. Dengan pemantauan konsisten dan intervensi sejak awal, fasilitas kesehatan dasar bisa mencegah penyakit ginjal kronis memburuk.

"Hal ini tentu akan meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus mengurangi kebutuhan perawatan di rumah sakit," pungkas dr. Jonny.

Intinya, setelah semua kemeriahan dan kelonggaran selama liburan, mari kita kembali ke rutinitas sehat. Minum air putih yang cukup, kurangi garam dan gula. Ginjal yang sehat hari ini adalah investasi untuk hidup yang lebih baik besok.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar