Menekraf: Ekonomi Kreatif Harus Dimulai dari Akar Budaya

- Jumat, 27 Maret 2026 | 09:30 WIB
Menekraf: Ekonomi Kreatif Harus Dimulai dari Akar Budaya

Jakarta – Menurut Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, kunci untuk mengembangkan ekonomi kreatif sebenarnya sederhana: mulai dari akar budaya. Tanpa fondasi budaya yang kuat, hilirisasi industri kreatif bakal kehilangan roh dan cerita.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam sebuah audiensi dengan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Gajah Mada (HIPMI PT UGM). Pertemuan yang digelar di kantornya beberapa waktu lalu itu membahas rencana konferensi kepemimpinan wirausaha pada 2026.

“Dari barat sampai timur Nusantara, akar budayanya kuat semua,” ujar Riefky.

“Itu adalah hulunya. Nah, hilirisasinya terjadi ketika akar budaya yang kuat itu disentuh oleh inovasi, kreativitas, dan sentuhan teknologi. Di situlah ekonomi kreatif bekerja.”

Menanggapi hal itu, HIPMI PT UGM sendiri punya agenda. Mereka berencana menggelar Entrepreneurs Leadership Conference 2026 di Yogyakarta. Forum ini dirancang sebagai ruang temu strategis antara pemerintah, pelaku UMKM, akademisi, dan para influencer. Tujuannya jelas: mencari solusi atas tantangan yang dihadapi UMKM di era digital ini, terutama saat daya beli masyarakat sedang tak menentu.

Ketua Umum HIPMI PT UGM, Aswin Hadyan R., menekankan pentingnya peran ekonomi kreatif.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar