Sementara untuk pilar kimia, portofolio hilir diperluas dengan membeli Chevron Phillips Singapore Chemicals, yang sekarang beroperasi sebagai Aster Polymer Solutions (APS). Fasilitas ini punya kapasitas produksi HDPE sebesar 400 KTA, memperkuat jaringan pemasaran mereka di kawasan.
Di dalam negeri, ada proyek Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai USD 800 juta yang progresnya sudah lewat 50%. Proyek yang didanai sebagian oleh Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA) ini ditargetkan operasional di kuartal pertama 2027, dengan harapan bisa tekan ketergantungan impor.
Lalu, bagaimana dengan pilar infrastruktur? Di sini, peran PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group) sebagai mesin pertumbuhan terus dikebut. Cakupannya luas, mulai dari kelistrikan, air, sampai kepelabuhanan. Di sektor logistik, armada mereka sekarang sudah mencakup 14 kapal gas dan kimia serta lebih dari 200 unit truk.
Yang menarik, di balik semua ekspansi bisnis ini, Chandra Asri juga menyiapkan generasi penerus. Mereka meluncurkan Graduate Development Program yang menargetkan talenta terbaik dalam negeri. Rekrutmen perdananya rencananya digelar pada semester pertama tahun 2026 nanti.
Terakhir, soal komitmen keberlanjutan. Perusahaan mengklaim terus memperkuat inisiatif ekonomi sirkular dan inovasi efisiensi energi. Tujuannya jelas: menekan emisi dan sekaligus meningkatkan keandalan operasional jangka panjang.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Polandia dan Denmark Lolos ke Final Play-Off Kualifikasi Piala Dunia 2026
BMKG Peringatkan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Spesifikasi vivo X300 Ultra Bocor: Snapdragon 8 Elite dan Kamera Ganda 200MP