Di sisi lain, China berjanji akan terus berkomunikasi dengan semua pihak terkait. Mereka berencana mendesak untuk menahan diri dan mendorong segala upaya perdamaian. "China akan terus melanjutkan langkah ini, dan saya pikir kami bisa bekerja bersama ASEAN dalam hal ini," tambah Wang.
Pernyataan Wang ini sejalan dengan sikap Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, yang bulan lalu menegaskan bahwa perhimpunan itu tidak akan meninggalkan Myanmar. ASEAN akan tetap terlibat melalui upaya diplomatik, asalkan kekerasan tidak meningkat dan gencatan senjata masih mungkin diupayakan.
Kao Kim Hourn menegaskan, keterlibatan itu akan tetap berpedoman pada kerangka 5PC. Konsensus itu bertujuan menekan kekerasan, mendorong dialog yang inklusif, dan memastikan bantuan kemanusiaan bisa sampai, tanpa campur tangan langsung dalam urusan dalam negeri Myanmar.
Artikel Terkait
Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 859 Ribu, Transaksi Digital dan Uang Tunai Tumbuh Beriringan
Ambulans di RSUD Kudus Tak Dikenai Tarif Parkir Rp80 Ribu, Hanya Salah Paham
Sirkulasi Uang Tunai Tembus Rp1.370 Triliun Saat Mudik Lebaran 2026
PBB Usulkan Rencana Rp1,5 Triliun untuk Atasi Krisis Bahan Bakar di Kuba