Pemkot Bogor Siapkan Skema WFH untuk ASN, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

- Kamis, 26 Maret 2026 | 07:55 WIB
Pemkot Bogor Siapkan Skema WFH untuk ASN, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Bogor mulai bergerak. Menyikapi himbauan penghematan energi dari pusat, Pemerintah Kota Bogor kini menyiapkan skema kerja dari rumah atau WFH bagi para ASN-nya. Intinya sih, efisiensi. Tapi, pelayanan publik ke masyarakat harus tetap jalan, nggak boleh terganggu.

Menurut Wali Kota Dedie A. Rachim, langkah ini merupakan bentuk respons terhadap arahan pemerintah pusat yang mendorong efisiensi, khususnya di sektor energi yang masih bergantung pada bahan bakar minyak impor.

"Pemerintah Kota Bogor merespons arahan dari pemerintah pusat terkait WFH dalam rangka kita melaksanakan efisiensi, terutama di sumber energi yang masih bergantung kepada BBM impor,"

Demikian penjelasan Dedie, seperti dilaporkan Antara, Kamis lalu. Ia menambahkan, saat ini Pemkot sedang melakukan penyesuaian kebijakan. Acuannya adalah Keputusan Wali Kota Nomor 800.1 Tahun 2025 yang sebenarnya sudah terbit sebelumnya.

Nah, nanti bakal ada pemetaan. OPD mana saja yang bisa menerapkan WFH tanpa bikin layanan publik macet. Unit-unit kerja yang sifatnya administratif, misalnya, dinilai punya fleksibilitas lebih untuk sistem kerja ini.

Di sisi lain, realitasnya berbeda untuk unit lain. Bagian-bagian yang bersentuhan langsung dengan warga seperti kelurahan, dinas kebinamargaan, atau fasilitas kesehatan tetap harus beroperasi normal dari kantor. Pelayanan langsung ya nggak bisa digantikan oleh virtual meeting.

Dedie menegaskan, penerapannya nanti bertahap. Alasannya sederhana: agar kualitas layanan nggak turun. Butuh waktu buat menyempurnakan skemanya sebelum benar-benar diterapkan penuh.

"Kami tentu memerlukan sedikit waktu agar implementasinya tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. SKPD yang tidak memungkinkan melaksanakan WFH akan tetap bekerja seperti biasa,"

Jadi, intinya ada transisi. Nggak semua langsung dipukul rata. Beberapa bagian mungkin akan merasakan kerja hybrid lebih dulu, sementara yang lain tetap sibuk seperti biasa di balik meja pelayanan. Kota ini berusaha berhemat, tapi tetap dengan mata terbuka melihat kebutuhan warganya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar