Bogor mulai bergerak. Menyikapi himbauan penghematan energi dari pusat, Pemerintah Kota Bogor kini menyiapkan skema kerja dari rumah atau WFH bagi para ASN-nya. Intinya sih, efisiensi. Tapi, pelayanan publik ke masyarakat harus tetap jalan, nggak boleh terganggu.
Menurut Wali Kota Dedie A. Rachim, langkah ini merupakan bentuk respons terhadap arahan pemerintah pusat yang mendorong efisiensi, khususnya di sektor energi yang masih bergantung pada bahan bakar minyak impor.
Demikian penjelasan Dedie, seperti dilaporkan Antara, Kamis lalu. Ia menambahkan, saat ini Pemkot sedang melakukan penyesuaian kebijakan. Acuannya adalah Keputusan Wali Kota Nomor 800.1 Tahun 2025 yang sebenarnya sudah terbit sebelumnya.
Nah, nanti bakal ada pemetaan. OPD mana saja yang bisa menerapkan WFH tanpa bikin layanan publik macet. Unit-unit kerja yang sifatnya administratif, misalnya, dinilai punya fleksibilitas lebih untuk sistem kerja ini.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan Pegadaian Naik Tipis pada Kamis Pagi
Dewa United Kembali Berlatih dengan Energi Baru Usai Libur Panjang
Presiden Prabowo Perintahkan Optimalisasi SDA dan Hilirisasi untuk Kepentingan Negara
Kapospam Tugu Yogyakarta Meninggal Diduga Kelelahan Saat Operasi Ketupat