Sebagai solusi, Pemkot sebenarnya sudah menyiapkan tempat. Para pedagang bakal direlokasi ke Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari. Dua pasar ini konon sudah beroperasi setahun terakhir. Jadi, bukan tempat baru yang sepi pembeli, begitulah kira-kira harapannya.
Di sisi lain, Pemkot Bogor lewat pernyataan Dedie menegaskan komitmennya. Mereka ingin pastikan aktivitas jual-beli tetap jalan, tapi lewat saluran resmi. Sekalian menata kota agar lebih rapi kedepannya.
Dedie juga berharap masyarakat bisa dukung upaya ini. Caranya sederhana: dengan memilih berbelanja di pasar yang udah ditentukan. Peran serta warga ini dianggap krusial.
Kalau semua komponen bergerak, mulai dari distributor, pedagang, sampai pembeli, maka harapannya jelas. Kemunculan lapak liar bisa ditekan. Pasar resmi pun akhirnya bisa berfungsi maksimal sebagai jantung distribusi barang di Kota Bogor.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran Memuncak, 52 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta dalam Sehari
Hizbullah Tolak Gencatan Senjata, Serangan Israel ke Lebanon Kian Meluas
Paus Leo XIV Terima Liberty Medal 2026 atas Perjuangan Kebebasan Beragama
BlackRock Peringatkan Harga Minyak US$100-150 Bisa Picu Resesi Global