Laporan dari televisi Israel, Channel 12, punya info tambahan. Mereka mengutip tiga sumber yang menyebut AS mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan penuh, khusus untuk membahas rencana 15 poin tadi. Rencana itu kabarnya mencakup hal-hal besar: pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan untuk kelompok proxy di kawasan, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Namun begitu, tanggapan dari Teheran justru penuh cemooh. Pemerintah Iran seolah menepis upaya AS untuk berdamai.
Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, juru bicara militer Iran, bersuara lantang. Dalam pernyataan video yang ditayangkan televisi pemerintah, Rabu waktu setempat, ia menyindir habis-habisan.
Ia bahkan menegaskan bahwa AS hanya akan berunding dengan diri mereka sendiri.
Jadi, situasinya seperti ini: satu sisi mengancam perang lebih dahsyat, sambil menyelipkan proposal perdamaian. Sisi lain menolak mentah-mentah, dengan kata-kata pedas. Ketegangan di Timur Tengah masih jauh dari kata reda.
Artikel Terkait
TNI Serahkan Jabatan Kabais Terkait Kasus Penyegelan Aktivis KontraS
Panglima TNI Pimpin Rotasi Besar-Besaran Sejumlah Jabatan Strategis
2.708 ASN Kemensos Absen Usai Lebaran, Diwajibkan Ikuti Apel Khusus
Iran Tegaskan Selat Hormuz Hanya Tertutup bagi Kapal Musuh