Nah, situasi kritis itulah yang akhirnya memberi KPK ruang untuk bergerak. Tekanan publik yang kian menguat rupanya jadi faktor pendorong baru. "Kalau sebelumnya dipersepsikan ada tekanan politik tertentu, maka sekarang tekanan publik yang lebih besar juga menjadi faktor yang memengaruhi," ujar Mahfud.
Di mata Mahfud, KPK tak sekadar pasif. Mereka aktif mengelola tekanan itu dengan strategi. Dengan kata lain, mereka menciptakan tekanan tandingan untuk menetralisir intervensi yang datang dari arah lain.
Pengalaman pribadinya di pemerintahan dulu juga ia jadikan referensi. Mahfud mengaku pernah menggunakan respons publik sebagai alat pertimbangan kebijakan, terutama saat tekanan politik datang menghadang. Jadi, apa yang dilakukan KPK ini bukan hal yang benar-benar asing di dunia politik.
Analisisnya ini tentu saja menambah warna dalam narasi panjang kasus Gus Yaqut. Di satu sisi, ia tak membenarkan sepenuhnya tindakan KPK. Di sisi lain, ia melihat ada semacam kelincahan taktis di balik langkah-langkah yang terlihat plin-plan di mata awam.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan Pegadaian Naik Tipis pada Kamis Pagi
Dewa United Kembali Berlatih dengan Energi Baru Usai Libur Panjang
Presiden Prabowo Perintahkan Optimalisasi SDA dan Hilirisasi untuk Kepentingan Negara
Kapospam Tugu Yogyakarta Meninggal Diduga Kelelahan Saat Operasi Ketupat