“Pilih waktu yang tepat, pilih kondisi yang tepat, dan kemudian dengarkan informasi yang disampaikan,” ungkapnya.
Soal pengaturan lalu lintas, Jasa Marga mengandalkan teknologi. Mereka memakai pemantauan seperti traffic counting dan indikator V/C ratio untuk menentukan kapan harus menerapkan sistem satu arah atau contraflow. Semua dilakukan secara dinamis, menyesuaikan kondisi lapangan yang bisa berubah setiap jam.
Komunikasi ke pengguna jalan juga terus digencarkan. Intinya, selain memastikan kendaraan dan pengemudi fit, memilih waktu perjalanan adalah kunci utama.
tegas Rivan.
Hingga masa liburan Lebaran Idulfitri berakhir, evaluasi terus dilakukan. Titik-titik layanan seperti rest area pun diawasi ketat demi mendukung kelancaran perjalanan pulang masyarakat ke Jakarta.
Artikel Terkait
Panglima TNI Ambil Alih Langsung BAIS Usai Dugaan Keterlibatan Personel dalam Kasus Kontras
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Pengamanan Jalur Mudik Berlanjut Lewat KRYD
Arus Balik Lebaran Picu Lonjakan Lalu Lintas 202% di Tol Layang MBZ
Arus Balik di Simpang Ajibarang Ramai Lancar Meski Diguyur Hujan