Satgas PRR Tetapkan Normalisasi 146 Sungai di Tiga Provinsi sebagai Prioritas Pascabencana

- Rabu, 25 Maret 2026 | 20:25 WIB
Satgas PRR Tetapkan Normalisasi 146 Sungai di Tiga Provinsi sebagai Prioritas Pascabencana

Kondisi geografis yang sporadis ini, kata Tito, jadi tantangan besar. "Kalau kita masuk ke daerah yang dekat sungai itu kena. Jadi ini sifatnya tersebar, sporadis. Itu yang membuat penanganannya membutuhkan waktu," jelasnya.

Meski rumit, upaya perbaikan tetap digenjot. Satgas mengambil dua pendekatan sekaligus: tanggap darurat untuk cegah dampak lanjutan, lalu rehabilitasi dan rekonstruksi untuk perbaikan permanen. Kabar baiknya, pemulihan di sektor lain sudah mulai terlihat. Jalan nasional utama sudah berfungsi normal 100 persen, sehingga distribusi logistik dan alat berat untuk perbaikan sungai tidak lagi terkendala.

Di sisi lain, pemerintah berusaha agar penanganan sungai ini terintegrasi. Tidak berdiri sendiri, tapi menyatu dengan pemulihan sektor pertanian, tambak, serta permukiman warga di sepanjang bantaran. Bagi Tito, ukuran kesuksesan pemulihan pascabencana tidak cuma dilihat dari berkurangnya tenda pengungsian.

"Variabel yang kita lihat bukan hanya pengungsi, tapi juga sungai, sawah, tambak, dan infrastruktur lainnya," tegasnya. "Semua itu menjadi bagian dari pemulihan."

Intinya, tujuan akhirnya adalah mengembalikan keamanan dan produktivitas wilayah. Agar kehidupan warga yang bergantung pada aliran sungai bisa kembali berdenyut, seperti sedia kala.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar