Kalau dibandingin sama tahun lalu, pertumbuhannya memang terasa. Di pekan terakhir Ramadan hingga Idulfitri tahun ini, volume pengirimannya mencapai 95.721 koli barang. Jauh meningkat, sekitar 68 persen, dari catatan tahun lalu yang hanya 57.143 koli. Peningkatan sebesar ini tentu menunjukkan satu hal: kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik KAI Logistik semakin menguat, terutama untuk mendukung kebutuhan Lebaran.
Nah, sekarang arus mudik sudah berakhir. Tapi bagi KAI Logistik, pekerjaan belum selesai. Ayi menegaskan bahwa persiapan untuk menyambut arus balik sudah dimulai.
Untuk menghadapi periode krusial ini, perusahaan sudah menyiapkan segalanya. Dari sumber daya manusia di titik layanan utama, koordinasi antar wilayah, sampai pengawasan ketat untuk jaminan keamanan dan ketepatan waktu. Armada dan kapasitas angkut juga sudah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan volume saat arus balik nanti.
Pada akhirnya, tren positif selama Ramadan dan Idulfitri ini bukan sekadar angka. Ia adalah indikator kepercayaan.
Jadi, sementara banyak orang fokus pada kemacetan di jalan tol, di rel kereta api justru terjadi parade logistik yang tak kalah sibuknya dan tampaknya, semakin dipercaya.
Artikel Terkait
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Satu Personel Gugur Akibat Kelelahan Ekstrem
Pimpinan IRGC Tantang AS: Coba Lakukan Invasi Darat, Kami Sudah Siap
Korlantas: 42% Pemudik Belum Kembali, Antisipasi Puncak Balik Kedua
Polri Siagakan Personel hingga 29 Maret, 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta