Lalu, bagaimana dengan isu penghematan energi yang sempat jadi pembicaraan? Hetifah menilai alasan itu belum cukup kuat untuk mengorbankan sistem pembelajaran. Apalagi, dengan diterapkannya sistem zonasi, jarak tempuh kebanyakan siswa ke sekolah sebenarnya tidaklah jauh.
"Kalau dikaitkan dengan isu energi, saya melihat urgensinya memang belum cukup kuat. Apalagi dengan sistem zonasi sekarang, sebagian besar siswa bersekolah relatif dekat dari rumah," paparnya.
Ia menekankan, setiap kebijakan besar di bidang pendidikan harus dipikirkan matang-matang. Kajian yang mendalam berbasis data mutlak diperlukan agar tidak menimbulkan efek samping yang merugikan, terutama bagi mereka yang sudah rentan.
"Kami berharap, setiap kebijakan pendidikan yang signifikan dampaknya harus benar-benar dikaji secara matang, berbasis data, dan mempertimbangkan konsekuensinya secara menyeluruh, terutama agar tidak memperlebar kesenjangan," tambahnya.
Ke depannya, Hetifah berharap pemerintah fokus membangun sistem pendidikan yang luwes. Sistem yang mampu beradaptasi dengan berbagai kemungkinan situasi tanpa terburu-buru mengambil langkah drastis.
"Yang lebih penting adalah menyiapkan sistem pendidikan kita agar lebih adaptif dan siap menghadapi berbagai situasi, tanpa harus tergesa-gesa," pungkasnya.
Keputusan final untuk membatalkan wacana belajar dari rumah ini sendiri sebelumnya telah ditegaskan oleh Menko PMK, Pratikno. Para siswa akan tetap belajar seperti biasa di sekolah mereka.
Pratikno menyebutkan, keputusan ini merupakan hasil koordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag. Alasannya jelas: mereka tak ingin terjadi 'learning loss' atau hilangnya kemampuan belajar anak-anak, di tengah situasi krisis global yang sedang berlangsung. Sektor pendidikan, bagaimanapun, harus tetap berjalan optimal.
Artikel Terkait
Truk Pengangkut Telur Oleng, Tewaskan Pemilik Warung di Subang
TNI Bangun Ulang Jembatan Gumuzo di Nias Utara, Akses Vital Kembali Pulih
Energi Watch: Konversi ke Kompor dan Kendaraan Listrik Bisa Hemat Subsidi Ratusan Miliar
Arus Balik H+5 Masih Padat, Pemudik di Km 18 Japek Selatan Beristirahat di Tengah Lelah Perjalanan